Senin, 28 Februari 2011

dua tiga nol dua pagi


Apakah pagi sedang mempermainkan saya?
Bukankah tidak ada benda bernama kebetulan di dunia ini?
Lalu mengapa setelah semalaman saya merasa hancur karena perasaan yang tidak jelas, pagi ini dipertemukan secara kebetulan.
 Berdialog singkat, hingga kemudian berpisah di persimpangan jalan.
Tuhan, apakah pagi ini sedang mempermainkan saya?
Saya semakin merasa bodoh, saya lagi-lagi salah tempat dalam menjatuhkan hati.
Tuhan, berikan sedikit waktu, sesingkat dialog kami pagi ini. Semudah kebetulan pada pagi ini. Walaupun saya tau pada akhirnya akan berpisah dipersimpangan jalan seperti pagi ini.

4 komentar: