Sabtu, 19 Februari 2011

Hidup Itu...

Hidup itu seperti halnya menaiki tangga, membutuhkan suatu proses. Ada kalanya kita lelah, terjatuh, berhenti sejenak bahkan turun satu tingkat saat menaikinya. Keadaan tersebut wajar, karena jiwa manusia dinamis bukan statis. Dimana hidup tidak sederhana seperti membuat mie instant. Dalam hidup kita mendapat ujian untuk membuat kita lebih baik. Masa lalu tidak selalu menyenangkan, tetapi jangan sampai kita jatuh karena terus melihat ke belakang. Jangan terus menerus melihat masa lalu, masa lalu memang tidak harus selalu dilupakan, tetapi masa lalu adalah untuk dijadikan sebuah pelajaran. Sesekali melihat kebelakang tidak ada salahnya, agar kemudian membuat kita lebih kuat dan lebih cepat menaiki anak tangga yang lebih tinggi.Yang penting adalah yakin kita tidak pernah berjalan sendirian. Hidup kita adalah urusan kita masing-masing, tetapi hidup kita tidak untuk diri sendiri

2 komentar:

  1. bagaimana blila dikaitkan dengan istilah hidup adlah pilihan? karena hidup harus memilih, maka pilihannya adalah yang baik2 aj laj(namanya jg manusia).kalo bisa pilihan yang diletakkan selalu baik ,kenapa harus terjatuh??kenapa jg ada penyesalan??

    BalasHapus
  2. 'hidup adalah pilihan' menurut saya:
    kalau disuruh memilih tentunya kita akan memilih yang baik2 seperti yang kita mau. tetapi sayangnya tidak semudah itu. kita memilih selalu ada resiko. resiko baik dan buruk, tergantung pilihan awal. karena ada aksi timbul reaksi.reaksi dari aksi yang kita pilih kadang membuat kita jatuh atau lebih parahnya timbul penyesalan. karena kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

    BalasHapus