“Orang paling dekat dengan mu ialah orang yang paling potensial jadi musuh mu”.
Saya mengamini pernyataan tersebut.
Kemudian saya berfikiran menjadi orang introvert, apatis, cuek dan sebangsanya adalah pilihan terbaik. Setidaknya saya akan lebih berhati-hati.
Memikirkan hal-hal yang lebih prinsipil untuk hidup saya pribadi.
Jika dalam dunia politik terdapat istilah golput untuk orang yang tidak mengeluarkan suara, maka saya akan memilih keberpihakan terhadap pihak netral agar tidak disebut golput.
Saya semakin tidak yakin percaya terhadap sembarang orang, walaupun saya tau, saya bukan tipe orang yang pandai menyembunyikan perasaan.
Disisi lain hari-hari masih terus berjalan. Mulai saat ini saya tidak akan membiarkan hal-hal yang tidak prinsipil mengganggu pikiran saya.
Tidak ada yang perlu disesali, apa lagi dikecewakan. Hey, Tuhan sedang meperingatkan saya.
Saya harus bisa menjaga semangat saya tetap hangat.
Untuk dua orang yang selalu mendorong dan mendoakan saya dari kejauhan.
ENDING tulisan yang menggigit,,,,
BalasHapusnyaopo koe dara???kok menulis ini?setelah menulis itu?
BalasHapussantai saja.
evriting gonabe olrait.
mas halim: miawwww :p
BalasHapusmas ici: yeahhhh..
terima kasih karena sudah hadir pada rapat kapan hari...sangat merasa dihargai.dan senang jg melihat amri sdikit tersenyum.
BalasHapus